Postingan

Menampilkan postingan dengan label special menu

Walking Together in Petrichor Chapter I: 20 Gadis

Gambar
Grow and Bloom  —  S iapa sangka ini sudah menjadi list WIP sejak bulan Juni 2025 kemarin. Corat-coret asal sejak awal bulan Juni itu ada di jurnal lama yang udah habis lembarnya dan gak pernah aku sentuh beberapa bulan terakhir.  Ada desire buka lemari dan baca ulang beberapa tulisan lama karena memang ingin review, gadis kecil kemarin sudah lewatin apa aja sih sampai jadi gadis dewasa hari ini? //hihi Kawan, siapapun ruang identitasmu, aku perkenalkan, catatan perjalanan 20 gadis yang bersemayam dalam diriku ⋆.˚ ☾ .⭒˚

New Year Letter

Balance Life   —  Resolusi, evolusi, dan inovasi biasanya menjadi ambisiku setiap di awal tahun. Dan di awal tahun ini, aku lebih ingin menikmatinya hanya dengan menulis. Bunga magnolia, secara sopan masuk ke pikiranku saat menulis ini. Gak aku sangka-sangka ternyata bunga cantik ini sudah dekat dengan diriku sejak aku kecil. Karena sebelumnya aku kira dia bukanlah bunga yang bisa tumbuh di Indonesia hahaha.. Bunga cempaka putih salah satu spesiesnya, di Jawa kami menyebutnya bunga kantil.  Walaupun memiliki banyak persepsi horor, bagiku bunga yang pohonnya tumbuh tinggi dulunya tepat di depan pintu rumahku itu tetap paling indah dan aku sukai. Sayangnya dia harus kami tebang karena takut kalau kelak ia terus tumbuh tinggi bisa menimpa atap teras rumah kami ^^ Tahun 2025, memang sebagian besar dari kita menganggapnya  "Hanya angka". Enggak salah kok, kawan. Memang cuma angka yang menyimbolkan usia. Awalnya aku juga berpikir begitu, sampai pada titik aku melakukan ref...

Membentuk Karakter Bela Negara

Gambar
Loving Yourself like You Bite Your Cake  —   Sudah kenal dengan pendidikan bela negara atau kewarganegaraan yang kita pelajari sejak sekolah dasar, membuat kita gak asing lagi dengan istilah "mencintai tanah air". Karena ini berhubungan dengan tanah air yang kita cintai. Hai, kawan! I wanna tell the story from my class a few weeks later. So excited to write it down from my thought, jadi aku akan menyajikannya dalam blog kali ini. Jadi apa sih bela negara itu? Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi oleh kecintaan kepada negara.  Dasarnya beracu pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Gak sedikit orang yang berfikir kalau "karakter bela negara" atau "sikap bela negara" itu hanyalah kewajiban belaka yang bisa tumbuh mendadak karena desakan-desakan tertentu di beberapa momentum aja. Misalkan keadaan politik di Indonesia 2024 (Agustus-September) saat ini yang kita ketahui, kalau kita sedang tidak baik-baik saja. Highlight di sin...

Waiting The Petrichor Chapter IV : Rising Your Energy

Gambar
Pemilik Kamar — Kalau seseorang pernah mengingatkan segera buang sampah di dalam rumahmu, segera lakukan saja kawan.  Sederhananya, ini jadi ritual dalam siklus regenerasi energi di dalam rumah, loh.  And how it goes? Aku bantu mengurainya.  Welcome to my last chapter of "Waiting The Petrichor" edition! Yeay ^^ To be honest, ini chapter yang paling aku suka karena kita akan membahas energi.  Jadi, selamat merasakan warna warni energinya di halaman ini <3 Anyway, kamu pasti punya kamar kan, kawan?  Okey kita buat ini lebih sederhana dari ruangan mungil itu.  Mungkin kalian pernah mendengar (atau membacanya) kondisi kamarmu = kondisi mentalmu Jadi, kalau kamu lagi lelah, sedih, marah (pressure moment) sangat kuueciiiillll kemungkinan kamar kamu akan bersih dan semua barang ada di tempatnya.  Pun sebaliknya, kalau kamu lagi bahagia dan merasa ringan (joy moment) kecil kemungkinan kamar kamu akan berantakan dan kotor.  Penuhnya kamar dengan barang-...

Waiting The Petrichor Chapter III : Their Sparkling Yesterday is About Their Love Today

Gambar
Kemeriahan Percikan Kecil  —  Ngomongin soal panggung kehidupan ... itu gak akan ada habisnya deh ya. Setiap orang memiliki panggungnya sendiri, dan kita adalah penontonnya. Begitupun sebaliknya mereka terhadap kita, kawan. Dan disaat permainan panggungnya berjalan, pasti ada plot twist yang pernah membuat kita bertanya-tanya. "Kok bisa sih dia dapet ini, dapet itu? Terjadi ini, terjadi itu?" Misalnya, kita melihat seorang kawan yang sering banget ngeluh soal panggungnya yang reyot papan lantainya, gak begitu luas untuk dia berperan, tokoh-tokoh yang banyak villain baginya, dsb. Namun, dengan mulusnya kawan ini tetap bisa bermain peran dengan anggun dan meriah memberikan plot twist dia. Misalkan seperti pada panggung seorang kawan yang aku kenal.  Dimana dia sering sekali mendapat asisten pembimbing dalam praktikum yang kurang menyenangkan, plus menyulitkan. Kawanku ini sering mengeluh hingga menangis perkara asisten pembimbing praktikum dia saja. Namun, ia selalu bisa me...

Waiting The Petrichor Chapter II : We Need Them

Gambar
Tokoh Objektif  — Kawan, siapa yang gak pernah curhat? Pastinya kita semua pernah, i bet it.  Entah itu ke kawan lainnya, ke Tuhan, atau bahkan ke buku diary (seperti tulisanku disini hehe). Melegakan pasti, walaupun belum menyelesaikan gundah gulana hati dan pikiran kita.  Ada satu momen, saat aku sedang "sambat" tentang satu keadaan yang membuatku bimbang dan sedih kepada beberapa kawan.  Lalu beberapa dari mereka mengiyakan kesedihan yang aku rasakan. Bahkan mereka hampir terbawa vibe sedih yang secara gak langsung aku bawa.  Aku menghargai bentuk empati itu. Tapi, bukan keadaan menyedihkan yang ingin aku ciptakan. Dan seketika, seorang kawan membuat sambaran kilat dengan kata-katanya yang menyadarkan kami semua.  Dia bersikap menengahi perasaan sedih yang sedang terjadi saat itu dengan pandangan dia yang lebih optimis.  Seperti, "kalo ada kawan kamu yang begini, terus kamu ikut-ikutan karena kawanmu. Kata bapakku itu bodoh". Mungkin bagi beberapa k...

Waiting The Petrichor Chapter I : Human being Human

Gambar
Hai, kawan. Di tulisan ini, aku mau berbagi journey dalam menanti si petrichor.  I might like to call it my resume, karena ada banyak sekali cerita yang bisa dibagikan selama aku belum menghirup petrichor untuk pertama kalinya dari yang terakhir dulu.  8 Juni 2024, pertama kalinya dengan sopan petrichor hadir lagi di malam hari, saat aku sedang membuat catatan kecil untuk tulisan-tulisan ini. Kebetulan sekali.  Dan iya benar, tulisan-tulisan ini gak hanya ada satu babak, tapi ada babak lainnya yang akan dihidangkan untuk kawan-kawan nikmati.  So here we go again! ((hahaha like the liryc from my pretty boy song, ardhito~)) Right People just Right People — Kalau tidak diciptakan dan sengaja dilahirkan sebagai seorang manusia, kita gak akan bisa menikmati ego atas akal manusia kita.  Lezat bukan? Bisa merasakan berbagai emosional dari yang bisa kita pahami sendiri, sampai gak bisa kita pahami. Yang ujungnya jadi... " kenapa dan gimana bisa aku merasakan ini?! " Sok...