Walking Together in Petrichor Chapter I: 20 Gadis

Grow and Bloom — Siapa sangka ini sudah menjadi list WIP sejak bulan Juni 2025 kemarin. Corat-coret asal sejak awal bulan Juni itu ada di jurnal lama yang udah habis lembarnya dan gak pernah aku sentuh beberapa bulan terakhir ini. 

Ada desire buka lemari dan baca ulang beberapa tulisan lama karena memang ingin review, gadis kecil kemarin sudah lewatin apa aja sih sampai jadi gadis dewasa hari ini?

//hihi

Kawan, siapapun ruang identitasmu, aku perkenalkan catatan perjalanan 20 gadis yang bersemayam dalam diriku ⋆.˚ ☾ .⭒˚

𓇢𓆸 Waktunya Bangun

Kemarin sering banget tanya ke diri sendiri, 

"Kapan ya aku bisa begini, begitu, ke sana, jadi seperti ini, seperti itu?

Karena kemarin, gadis-gadisku tumbuh dengan rasa tidak aman dan berharap bisa cepat kabur atau diselamatkan seseorang.

Nangis sampai mata kayak biji salak, mata panda, hati mati rasa di aktifitas apapun udah lebih cocok jadi menu utama warteg gadisku kemarin. 

Sampai jadi lebih murung karena... warteg gadisku sepi. Aku kesepian setiap harinya.

Pelan-pelan aku coba lihat ke dalam; 
⭒ Kenapa gadis-gadis ini sering menangis? 
⭒ Apa yang buat mereka gak aman? 
⭒ How to cheer her up during any repetitive activity?

Dari aku ingin diselamatkan oleh seseorang 
Berlayar ke aku ingin diselamatkan oleh Tuhan 
Sampai pada misi penyelamatan oh, aku harus jadi yang pertama untuk semua gadis-gadisku

𓇢𓆸  Di Dalamnya Ada Keajaiban

Kemampuan merawat, mencipta, menikmati, dan memulihkan diri

Sepanjang mereka hadir dan tumbuh, ternyata aku pernah tidak melihat keajaiban-keajaiban yang mereka miliki. Ketika sudah bangun dari fase tidur, ternyata.. waw.. mereka semua punya sihir masing-masing ⊹₊⟡⋆

Ini mengingatkanku pada sebuah bait puisi Ester Lianawati, berjudul "Putri-Putriku, Jadilah Liar" 

Cintai tubuh dan hati kalian
Dengarkan insting, jangan ragukan intuisi
Bukalah kotak itu, Pandora-pandoraku
Masuklah dalam ruangan yang dikunci di Janggut Biru
Tak ada yang perlu kalian takutkan selain kenaifan
Kalian adalah serigala betina, Hypatia, prajurit perang, Jenderal Mulan
Kalian adalah perempuan
Tampilkan feminitas kalian yang terliar

— “Putri-putriku, Jadilah Liar”
Ester Lianawati, 2020, hlm. 121

Ester Lianawati menyelipkan puisi itu dalam bukunya "Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan". Sebuah buku psikologi feminis yang menghantarkan pembacanya ((terutama perempuan)) mampu menguliti dirinya untuk menjadi lebih lembut.

Semua kata terasa seperti manifesto kecil untuk semua gadis di luar sana, termasuk mereka yang bersemayam dalam diriku.

Melalui bukunya, Ester turut mendorong semua serigala betina mengenali sihir mereka masing-masing. 

𓇢𓆸 Bagaimana Jika Ada yang Mati?

Rela mati berkali-kali untuk memenuhi gelas anggur sang dewi
Ada banyak gadis yang membentuk diriku hingga saat ini, dan akan bertambah seiring izin yang dikasihi. 

Lalu pertanyaannya, apakah pernah beberapa dari mereka mati?

“Putri-putriku, Jadilah Liar” - Ester Lianawati, 2020, hlm. 122
Dokumentasi pribadi di dalam bus

Iya, di kemudian hari mungkin.

Sudah aku coba lakukan untuk mematikannya, tapi ternyata aku sebatas menguliti mereka saja, lalu mereka hadir lagi dan lagi dengan sosok dewi yang lebih cantik setiap masanya . ܁₊ ⊹ . ܁˖ . ܁

Bagaimana bisa aku mematikannya?

Kenyataannya, mereka memang tidak akan pernah mati di dalam sini. Mungkin hanya bisa tidur, bersemayam.

Penerimaan yang membuat gadis-gadis ini tidur dengan lelap dan memulihkan energi untuk diaktifasi ke gadis yang sedang bangun saat ini. Ya, gadis ke-20 dan seterusnya. 
◯ ☽ ◑ ● ◐ ☾ ◯

Kawan, semua yang aku bagikan merupakan refleksi yang gak instan, dan sampai hari ini aku masih belajar darimanapun dan apapun. 

Senang bisa berbagi perjalanan separuh purnama ini ^^❀

Cheers! <3


Bukan iklan, tapi closing-an ^^



Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Cup of Tea

New Year Letter