Postingan

Walking Together in Petrichor Chapter II: Ketika Pulang

Gambar
Love isn't Always Romantic — Nasehat terbaik yang pernah aku abaikan, adalah pulang ketika kamu lelah. Memang benar ternyata, pulang ke rumah meredakan banyak hal.  Dua hal yang aku sukai dalam satu frame Beberapa waktu lalu aku memilih untuk pulang lagi, dengan Charles si kuda besi putihku.  Di perjalanan balik ke Surabaya, aku justru merasa lebih tenang daripada perjalanan pulang ke rumah.  Ini karena Charles udah sehat dan cukup stabil untuk perjalanan panjangnya. Setelah aku memaksanya... lumayan keras saat pulang ke rumah kemarin. Aku yang mengendarainya malah membuat tubuhku sakit semua ((capeknya jadi plus plus  T^T)) Iya, aku akui gak ada benar-benar aku meluangkan waktu untuk merawatnya selama di Surabaya. Sekali lagi, pulang memang adalah waktunya memperbarui banyak hal. Dengan Charles yang sehat, tubuhku jadi lebih menikmati angin Muson Timur bulan ini. //hihi ^^ Anw memutar playlist lama dari jaman SMA, lumayan juga untuk jadi cheerleader selama di perjal...

Walking Together in Petrichor Chapter I: 20 Gadis

Gambar
Grow and Bloom  —  S iapa sangka ini sudah menjadi list WIP sejak bulan Juni 2025 kemarin. Corat-coret asal sejak awal bulan Juni itu ada di jurnal lama yang udah habis lembarnya dan gak pernah aku sentuh beberapa bulan terakhir.  Ada desire buka lemari dan baca ulang beberapa tulisan lama karena memang ingin review, gadis kecil kemarin sudah lewatin apa aja sih sampai jadi gadis dewasa hari ini? //hihi Kawan, siapapun ruang identitasmu, aku perkenalkan, catatan perjalanan 20 gadis yang bersemayam dalam diriku ⋆.˚ ☾ .⭒˚

A Cup of Tea

Gambar
Fill Your Cup First  —  Empat bulan. Yup, empat bulan aku terlalu keras dengan diri sendiri. Banyak pelajaran, banyak belajar, dan banyak evaluasi dari diri sendiri.  Dan ternyata aku cukup mendapatkan kelegaan, tanpa pressure "aku harus bikin bahagia diri sendiri hari ini", dalam empat hari aja (?!). Ketika aku sedih, marah, kecewa ((uncontrollable)), aku menyadarinya dan pelan-pelan mencoba untuk terima kenyataan, bahwa "aku gak selalu harus positif".  Dan hal yang masih aku coba damaikan adalah, semuanya memang butuh "waktu". Wise man say, only fools rush in~ Mungkin hari ini aku belum mencapai titik damai yang sebenarnya, tapi setidaknya hari ini aku cukup stabil dari hari kemarin dan yup, aku baik-baik saja ^^  Besok adalah besok. Let's give all our love today—! please play while you're reading this page ^^ 𓇢𓆸 Cangkir Teh Kosong  Kawan, pasti gak jarang aku maupun kamu pernah mikir, kok dia gak gitu juga ya ke aku? Padahal aku udah begini b...

New Year Letter

Balance Life   —  Resolusi, evolusi, dan inovasi biasanya menjadi ambisiku setiap di awal tahun. Dan di awal tahun ini, aku lebih ingin menikmatinya hanya dengan menulis. Bunga magnolia, secara sopan masuk ke pikiranku saat menulis ini. Gak aku sangka-sangka ternyata bunga cantik ini sudah dekat dengan diriku sejak aku kecil. Karena sebelumnya aku kira dia bukanlah bunga yang bisa tumbuh di Indonesia hahaha.. Bunga cempaka putih salah satu spesiesnya, di Jawa kami menyebutnya bunga kantil.  Walaupun memiliki banyak persepsi horor, bagiku bunga yang pohonnya tumbuh tinggi dulunya tepat di depan pintu rumahku itu tetap paling indah dan aku sukai. Sayangnya dia harus kami tebang karena takut kalau kelak ia terus tumbuh tinggi bisa menimpa atap teras rumah kami ^^ Tahun 2025, memang sebagian besar dari kita menganggapnya  "Hanya angka". Enggak salah kok, kawan. Memang cuma angka yang menyimbolkan usia. Awalnya aku juga berpikir begitu, sampai pada titik aku melakukan ref...